26 September 2026 · tanahindustrimajalengka
Pemasangan atap baja ringan memiliki tahapan yang cukup sistematis. Meskipun prosesnya lebih cepat dibanding rangka kayu konvensional, setiap tahap tetap perlu dikerjakan dengan teliti agar hasil akhirnya kuat dan tahan lama. Berikut gambaran umum proses pemasangannya.
Tahap awal adalah survei langsung ke lokasi untuk mengukur luas dan bentuk bangunan, kemiringan yang diinginkan, serta memastikan kondisi struktur bawah (ring balok/kolom) sudah siap menopang beban rangka atap.
Berdasarkan hasil survei, dibuat perhitungan desain kuda-kuda — termasuk jarak antar kuda-kuda, kemiringan atap, serta jenis profil baja ringan yang akan digunakan. Tahap ini penting untuk memastikan struktur mampu menahan beban penutup atap, angin, dan beban tambahan lain seperti talang air.
Material yang sudah dihitung kebutuhannya kemudian dipotong sesuai ukuran (biasanya menggunakan mesin potong khusus, bukan gerinda, agar lapisan anti karat di area potongan tidak rusak berlebihan). Alat seperti bor listrik, mata sekrup khusus baja ringan, serta alat ukur (meteran, waterpass, benang) turut disiapkan.
Kuda-kuda dirakit dan dipasang satu per satu di atas ring balok, diikat menggunakan dynabolt atau angkur sesuai jenis struktur bawahnya. Setiap kuda-kuda perlu dipastikan tegak lurus dan sejajar satu sama lain menggunakan alat bantu seperti benang atau laser level.
Setelah seluruh kuda-kuda terpasang dan kokoh, tahap berikutnya adalah memasang reng secara melintang di atas kuda-kuda. Jarak antar reng disesuaikan dengan jenis penutup atap yang akan digunakan — misalnya genteng metal memiliki jarak reng yang berbeda dengan genteng keramik.
Barulah pada tahap ini penutup atap (genteng metal, spandek, atau jenis lainnya) dipasang di atas reng, dimulai dari bagian bawah menuju ke atas (bubungan), agar susunan penutup atap saling menutupi dengan baik dan air hujan bisa mengalir lancar.
Setelah penutup atap terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan aksesoris seperti nok/bubungan atap, talang air, list plank, dan flashing di area pertemuan atap (misalnya dengan dinding atau cerobong).
Tahap terakhir adalah pengecekan menyeluruh: memastikan tidak ada sekrup yang kendor atau bocor, kemiringan atap sudah sesuai, serta membersihkan sisa material (potongan baja, serpihan bor) dari area sekitar bangunan agar tidak menyebabkan karat pada permukaan lain.
Meski terlihat sederhana, pemasangan baja ringan tetap membutuhkan ketelitian di setiap tahap — mulai dari perhitungan struktur hingga detail pemasangan aksesoris. Menggunakan jasa tukang atau kontraktor yang berpengalaman akan sangat membantu memastikan hasil akhir yang kuat, rapi, dan tahan lama.
Hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan, atau lihat daftar lahan yang sedang tersedia sekarang.